Rabu, 20 April 2011

Cara mengatasi masalah pengangguran

Masalah pengangguran termasuk salah satu masalah sosial besar yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Setiap tahun, angka pengangguran bertambah seiring dengan bertambahnya angka kelulusan di lembaga pendidikan. Hal ini tentu tidak bisa dianggap remeh, sebab dari sinilah bisa muncul ragam masalah sosial lain di masyarakat.
Masalah pengangguran bukan hanya dialami oleh bangsa Indonesia saja. Oleh karena, untuk mengatasi masalah ini sebenarnya bukan seuah masalah yang sulit. Sebab jika ada kemauan, maka pemerintah bisa melakukan tindakan yang nyata untuk mengatasi masalah ini. Caranya dengan melakukan studi banding dan belajar dari beberapa negara lain yang sudah mampu menyelesaikan masalah pengangguran ini.Di Indonesia sendiri masalah pengangguran ini disebabkan beberapa hal. Salah satunya adalah disebabkan oleh krisis ekonomi yang menjadikan banyak perusahaan harus melakukan rasionalisasi karyawan atau bahkan
menutup usaha mereka di Indonesia. Salah satunya dilakukan oleh perusahaan elektronik Sony yang pada saat ini memindahkan usaha mereka ke Vietnam.

Namun, krisis ekonomi bukan satu-satunya alasan yang menyebabkan munculnya masalah pengangguran di Indonesia. Ada masalah lain di berbagai sektor yang turut menyumbang andil dalam terciptanya masalah pengangguran di Indonesia ini. Dan peran pemerintah merupakan salah satu faktor untuk mengurangi angka pengangguran di Indonesia.

Cara Mengatasi Masalah Pengangguran

Pada dasarnya, masalah penganguran adalah masalah masyarakat yang harus disikapi bersama-sama. Bahwa pemerintah merupakan salah satu faktor untuk menyelesaikan masalah pengangguran harus diakui. Namun, hal itu bukan satu-satunya faktor yang menjadi solusi.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi masalah sosial ini di antaranya adalah :
1. Mengubah paradigma masyarakat untuk tidak lagi tergantung sebagai pencari kerja, khususnya pada lulusan universitas. Mereka harus dididik untuk menjadi seorang penyedia lapangan kerja dan
berani untuk berwiraswasta.
2. Mengubah konsep pendidikan Indonesia untuk lebih bisa menciptakan lulusan yang sudah siap untuk masuk ke dunia kerja dan bukan sekedar menguasai teori. Selama ini, proses ini hanya berlangsung di tingkat pendidikan diploma, dan belum mengarah pada pendidikan di tingkat sarjana.
3. Menciptakan program padat karya yang dipelopori oleh pemerintah.
4. Memberikan subsidi untuk setiap aktivitas yang berbasis unit usaha masyarakat, sebagaimana yang dilakukan di China. Dan bukan justru sebaliknya, menjadikan unit usaha masyarakat sebagai sumber pungutan
liar oleh oknum pemerintah.
5. Lebih meningkatkan porsi pendidikan kewirausahaan di setiap tingkatan pendidikan. Sehingga jiwa wirausaha ini bisa ditumbuhkan sejak usia dini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar